UPAYA-UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

UPAYA-UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

( MOTIVASI )

Di susun oleh:

SUDIONO. S.Pd

PENDAHULUAN

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ( A ) Latar Belakang Masalah, ( B ) Tujuan Penulisan ( C ) Manfaat Penulisan

  1. Latar Belakang

Ketidakstabilan peraturan dan acuan dalam bidang pendidikan, menuntut para guru untuk bersikap dan bertindak siap siaga, untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Tanpa ada semangat dan motivasi proses pembelajaran dikelas tidak akan berhasil dan tidak akan memenuhi target nasional yang sudah ditetapkan.

semakin tinggi motivasi yang dibangun dalam diri seseorang maka semakin tinggilah semangat untuk berinovatif dalam pembelajaran, akan tetapi jika individu tersebut kurang dalam persiapan diri dan lingkungan tidak mendukung maka mustahillah sebuha kegiatan formal ini dapat berjalan dengan baik. Banyaknya usia lanjut yang mengalami keterbatasan fisik masih digunakan dalam kegiatan formal ( sekolah ), terbatasnya fasilitas yang diperoleh untuk menciptakan karya-karya yang inovatif, dan tuntutan kehidupan yang sangat besar , menimbulkan kendala-kendala dalam pengoptimalan peningkatan mutu pendidikan.

Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar kegiatan formal maka diperlukannya motivasi yang dibangkitkan dari dalam diri ( Faktor intrinsik ) dan motivasi dari lingkungan ( faktor ekstrinsik ).

Dengan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan maka penulis akan membahas lebih lanjut mengenai ” Motivasi ” yang mencakup manfaat teori motivasi, motivasi dan motif, teori motivasi, teknik memotivasi.

  1. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan latar belakang yang sudah dipaparkan , maka penulis menjabarkan tujuan dari makalah sebagai berikut:

  1. Untuk memberitahukan manfaat motivasi untuk pekerja
  2. Untuk memberitahukan perbedaan motivasi dan motiv
  3. Untuk memberitahukan macam-macam teori motivasi
  4. Untuk memberitahukan cara penggunaan motivasi kepada pekerja
  1. Manfaat
  1. Meningkatkan kinerja seorang pekerja
  2. Menstabilkan kondisi dunia kerja
  3. Meningkatkan mutu dari pekerjaan
  4. Mengeratkan hubungan pekerja dan pimpinan

Kajian Teori

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan yang diinginkan. dari beberapa para ahli yang mengemukakan teori Motivasi, ada diantaranya yang cocok diterapkan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, diantaranya adalah Abraham Maslow ( 1943;1970 ) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Dalam pemenuhan kebutuhan terdiri dari 5 tingkatan yang membentuk piramid atau yang disebut dengan Hirarki kebutuhan Maslow. Yang pertama dimulai tingkatan pertama yaitu kebutuhan biologis/fisiologikal, Kebutuhan keselamatan, Kebutuhan memiliki, Kebutuhan penghargaan, aktualisasi diri. 5 kebutuhan dasar dapat dicontohkan dalam dunia pendidikan antara lain:

Aktuali Pekerjaan yang menunjang

sasi diri

Keb. Jabatan Penghargaan

Keb. memiliki Teman di lingkungan /kelompok

Rasa aman Tunjangan pensiun

Kebutuhan fisiologikal

Gaji

POTRET MUTU

Dari permasalahan yang sering timbul dalam dunia pendidikan diataranya permasalahan usia yang kurang produktif lagi, kurangnya fasilitas di sekolah tersebut untuk mengembangkan daya kreatifitas seorang guru, dan tingginya tuntutan perekonomian yang tidak seimbang dengan penghasilan, permasalahan ini membuat seorang pendidik kurang mantap dalam mengaktualisasikan dirinya secara maksimal. dan dari teori yang dikemukakan bahwasanya untuk mencapai aktualisasi diri membutuhkan pemenuhan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi secara baik dan jika kebutuhan yang mendasar tidak bisa terpenuhi maka untuk mencapai aktualisasi diri dalam dunia kerja sangatlah sulit. Dengan dasar yang dipaparkan maka dapat diambil kunci pokok yaitu seorang pendidik untuk mencapai kesempurnaan harus mempunyai keinginan, dorongan dan motivasi yang kuat dari dalam diri sendiri, dan adanya dukungan dan motivasi dari pimpinan dan lingkungan kerja.

MUTU

Upaya-upaya untuk meningkatkan mutu sebuah pendidikan harus di dukung dengan motivasi dalam diri sendiri dan lingkungan yang berada di sekitarnya.

PEMBAHASAN

A. Manfaat Motivasi

Motivasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja ( performance ) bawahan dikarenakan kinerja tergantung motivasi, kemampuan, dan lingkungannya. Sangat pentingnya motivasi maka diciptakannya rumusan sebagai berikut K = fm,k,l. ket: ( K ) kinerja, (fm )fungsi dari motivasi, ( k ) kemampuan, dan ( l ) lingkungan oleh Usman Husaini ( 2006 ). Manfaat lain dari motivasi adalah: Membangun kepercayaan diri secara utuh, Mencegah sikap putus asa dan bunuh diri, Mengubah stress, depresi dan trauma dalam seketika, Mengubah ketakutan menjadi kekuatan, Meningkatkan penjualan dan perkembangan bisnis, Mengubah sikap Loyo menjadi semangat, Menghilangkan kebiasaan buruk dan rasa takut, Memiliki kekuatan dan keberanian memulasi bisnis/investasi, Meningkatkan produktivitas dan efektivitas karyawan, Membuat karyawan lebih semangat berkreasi dan berinovasi. 

B. Motivasi dan Motif

Menurut Maf’ulah ( 1997 ) mengungkapkan, motivasi adalah kondisi psikologis yang dimiliki siswa yang diwujudkan dalam aktifitas yang nyata melalui keaktifan di sekolah, kemauan belajar dan efektifitas belajar dalam rangka memperoleh hasil belajar yang lebih baik sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Dalam proses pembelajaran dikenal adanya motivasi yaitu keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar, dan akan menjamin kelangsungan kegiatan demi mencapai satu tujuan. Sedangkan motiv sendiri mempunyai pengertian yang berbeda. menurut Sumedi Suryabrata ( 1984 ) motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Dari perbedaan antara motivasi dan motif maka dapat disimpulkan bahwasanyaa motivasi merupakan keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan ( Need ), keinginan ( wish ) dorongan ( desire ) atau impuls. Jadi motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan untuk berprilaku

C. Teori Motivasi

Dalam proses penyelesaian masalah harus dilandasi dengan beberapa teori yang berhubungan dengan motivasi, banyak teori-teori motivasi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dibidang pendidikan ataupun dunia kerja. akan tetapi sebelum menelaah teori kita harus memahami bagaimana proses motivasi dilakuakan diantaranya digambar berikut ini:

Kebutuhan Dorongan Kegiatan

Kepuasan.

Dari gambar ini menjelaskan bahwasanya proses motivasi harus ditelusuru dari mana pusat dari perilaku, baru motivasi dapat diberikan kepada individu mulai dari bagaiman kebutuhan seseorang tersebut dapat tercukupi dan apakah ada dorongan untuk melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan dan yang terakhir adalah apakah ada rasa senang dan puas dalam proses memenuhi kebutuhan individu. Jika dapat merangkum proses motivasi maka dapat tercapailah tujuan seorang pimpinan dalam membantu anak buahnya menjadi pekerja yang inovatif.

untuk menunjang proses maka ada beberapa teori yang dapat membantu proses tersebut antara lain:

1. Hierarki Kebutuhan Maslow

Teori ini membahas mengenai lima jenis kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi , dan urutan motivasi yang paling rendah sampai motivasi yan paling tinggi. Kebutuhan tersebut diantaranya: a) Kebutuha fisiologis, b) Kebutuhan rasa aman, c) Kebutuhan sosial, 4) Kebutuah status, 5) Aktualisasi diri

2. Teori Murray

Berasumsi bahwa manusia mempunyai sejumlah kebutuah yang perlu dimotivasi antara lain: a) Pencapaian hasil kerja, 2) Afiliasi, 3) Agresi, 4) Otonomi, 5) Pamer, 6) Kata hati, 7) Hubungan baik, 8) Berkuasa, 9) Kekuatan, 10) Pengertian.

3. Teori Perilaku Manusia Tikus

Teori ini berasumsi bahwa manusia dapat dibentuk karena tingkah laku manusia dapat diukur.

4. Teori Efek Thorndike manusia mencapai Kesenangan

Menyatakan bahwa jika yang dilakukan seseorang menyenangkan, ia akan

lebih sering melakukannya, jika perilaku buruk, ia pasti tidak akan mengulanginya. Perilaku tersebut akan melekat jika kesenangan muncul seketika akibat suatu perilaku diantaranya kesenangan terjadi secara berulang-ulang, kepedihan dan kesenangan benar-benar dirasakan oleh individu tersebut.

5.Teori Aldefer

Mengungkapakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang disebut ERG ( Existence Relatedness Growth). Pada dasarnya manusia ingin selalu dihargai, diakui keberadaannya, dan ingin dilibatkan. Sebagai makhluk sosial manusia berhubungan dengan manusia lainya ( relasi ) dan yang paling penting manusia ingin selalu berkembang.

6.Teori ekspektasi

Dalam pengembangan teori motivasi ini mengungkapkan asumsi bahwa manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkan dari hasil karyanya, maka dari itu manusia mempunyai urutan kesenangan. Kedua adanya usaha untuk menjelaskan motivasi yag terdapat pada seseorang. Dari asumsi yang ada para ahli menyimpulkan bahwasanya motivasi adalah hasil dari valensi, harapan dan instrumentasi yang dapat dirumuskan: Motivasi = valensi x harapan x instrumentasi.

7.Teori McClelland

Teori ini menekankan pada masa depan dan menekankan antisipasi tanggapan-tanggapan atau hasil-hasil.

8.Teori Perilaku skinner

Meyatakan bahwa perlikau yang diikuti dengan konskwensi pemuasan cenderung diulang, sedangkan perilaku yang diikuti konsekwensi hukuman cenderung ditinggalkan, dapat diruusakan: Rangsangan Tanggapan Konskwensi Tanggapan yang akan datang

9.Teori Keadilan

Menyataka bahwa keadilan yang mempengaruhi sistem pengupahan mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi internal, dimensi eksternal, dan dimensi individual.

    1. Teknik Memotivasi

Memotivasi seseorang pekerja terutama dalam lingkup pendidikan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Selalu bersikap positif dan berfikir positif. Kegiatan ini dilakukan pada saat mengkritik seseorang agar bersikap maju, apa bila seseorang akan mengkritik lebih baik menggoreksi diri apakah kinerja kita sudah bagus atau belum.
  2. Menciptakan perubahan yang kuat. Adanya kemauan yang kuat untuk mengubah situasi dan kondiri oleh diri seseorang. Wujud konkrit perubahan seperti tidak mampu menjadi mampu, tidak bisa menjadi bisa denga mengucapkan ” saya juga bisa ”.
  3. Membangun harga diri. Memotivasi diri sendiri atau memotivasi orang lain dimulai dari penghargaan terhadap diri kita sendiri dan penghargaan kepada orang lain, dengan cara mudah ini akan meningkatkan keinginan yang kuat dan menumbuhkan harga diri agar selalu sukses dan berhasil.
  4. Memantapkan pelaksanaan kegiatan denga cara mengungkapakan dengan jelas, merencanakan mekanisme kerja yang benar, tindakan yang mendorong untuk sukses, dan memotivasi denga cara penghargaan yang tulus dari dalam diri.
  5. Membangkitkan seseorang yang lemah menjadi kuat kembali. Membutktikan bahwasanya seseorang tersebut dapat berhasil dan menunjukkan keberhasilannya agar terpacu untuk berkarya, memotivasi selalu bekerja keras, dan membantu untuk mau belajar denga orang lain.
  6. Membuang sikap yang selalu menunda-nunda pekerjaan, jika dapat dikerjakan pada saat itu maka selesaikan dengan baik dan terprogram.

PEMECAHAN MASALAH

Untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh seoseorang pekerja yang berusia lanjut dimana adanya ketidak stabilan emosi dan fisik menurun harus mendapatkan beberapa motivasi diri agar kepercayaan diri pekerja dapat kembali muncul. Dan peran pemimpin dalam memotivasi pekerja agar dapat tumbuh, harus memunculkan rasa aman dalam bekerja, memunculkan rasa dihargai dan dimiliki serta memiliki agar kebutuhan dalam berekspresi diri, dapat terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan .Yang paling penting dalam kasus ini adalah diberikan penghargaan atas kinerja yang selama ini telah dilakukanya. Pekerja merasa mempunyai harga diri yang tinggi dan efeknya pekerja mau melaksanakn tuntutan yang diberikan oleh sebuah dunia pekerjaan. Permasalahan yang lain misalnya pekerja kurang berinovasi untuk mengembangkan dirinya dapat melakukan kegiatan yaitu mengikutsertakan trening, seminar dan diklat agar menambah wawasan diri dan motiasi tersebut dapat diterapkan kepada semua pekerja yang mempunyai rutinitas yang monoton.

KESIMPULAN

Dari paparan teori-teori motivasi yang sudah dibahas maka dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja baik didunia pendidikan atau perusahaan. Semakin tinggi kebutuha seseorang semakin tinggi pula usaha dan motivasi yang dikeluarkan. Dari permasalahan yang muncul maka, dapat diatasi dengan cara mengkafer kebutuhan dasar manusia yang membuat motivasi diri seseorang akan muncul dan tumbuh menjadi semangat yang baru dan kinerja yang baru .Dengan demikian akan diperoleh hasil yang semaksimal mungkin.

Dalam penerapan motivasi khususnya didunia kerja ( pendidikan ) perlu ditumbuhkan karena para pekerja berinteraksi langsung dengan individu baru yang sangat membuthkan suplemen ilmu yang bermutu dan berkwalitas bagus.

dalam memotivasi pekerja tidak lepas dari peran serta pimpinan dan dukungan dari lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Nurhadi; Yasin, B.;Senduk, A.G. 2004. Pembelajaran Kontekstual. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.

Internet http://id.wikipedia.org/wiki/TEORI_MOTIVASI

Usman, Husaini. 2006. Manajemen Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Maf’ulah. 1997. Hubungan Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa SMU Negeri Se-Kodya Malang. Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: Institir Keguruan Ilmu Pendidikan.

Suryabrata, S. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta:CV. Rajawali.

Winkel, W.S.1987. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta:PT Gramedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: