TUGAS MATA KULIAH ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

 

 

     Dampak globalisasai telah menembus relung-relung sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bertanah air tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Pengaruh perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pola pikir manusia kususnya bidang pendidikan.

 Pendidikan merupakan upaya “Pemberdayaan” manusia untuk membantu pertumbuhan manusia yang lebih bermanfaat bermartabat dan mempunyai kemampuan sosial yang tinggi, yang pada akhirnya diharapakan mempunyai akhlak yang mulia dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada dasarnya ada tiga hal  yang membedakan manusia dengan makhluk lain yang meliputi cipta, karsa dan rasa. Sehingga manusia seringkali disebut sebagai animal educandum sekaligus animal educandus yaitu manusia yang mendidik sekaligus manusia yang di didik melalui pendidikan manusia dibantu dan diberdayakan untuk :

  1. Membangun daya kekuatan yang kreatif dan mampu melakukan sesuatu secara individu memiliki kemampuan berfikir, menguasai ilmu pengetahuan, masalah dan membangun keterampilan.
  2. Membangun kekuatan bersama, solidaritas atas dasar  komitmen pada tujuan dan pengertian yang sama, utnuk memecahkan persoalan yang dihadapi guna menciptakan kesejahteraan bersama. Dengan kata lain untuk membangun komunitas dan memperkuat hubungan antar manusia.
  3. Membangun daya kekuatan batin dalam dirinya, khususnya harga diri dan harapan akan masa depan. Kekuatan ini untuk membangun kepribadian tanpa harga diri tak mungkin manusia membangun kemampuan kreatifnya dalam berbagai bidang

Pendidikan menjadi sarana bagi manusia untuk menanamkan nilai-nilai kemanusian. Nilai-nilai kemanusiaan yang  sudah disepakati bangsa Indonesia adakah yang dirumuskan dalam Pancasila. Oleh karena itu Pancasila sering dikatakan humanistik dan universolistik. Dikatakan humanistik karena memuat nilai-nilai kemanusian dan disebut universolistik karena nilai-nilai yang terkandung didalamnya bersifat amat mendasar dan berlaku bagi setiap orang.

Dalam kehidupan sehari-hari sering didengar istilah pendidikan.Pendidikan merupakan kegiatan dinamis dalam kehidupan setiap individu yang mempengaruhi perkembangannya, baik fisik, mental, sosial, emosi, etika dan estetikanya. Tujuan adanya pendidikan adalah tercapainya kepribadian secara terpadu antara nilai hognitif, afektif dan psikonotrik.

Pendidikan tidaklah sama dengan mengajar, membina, melatih, memelihara ataupun mengurus anak. Mengajar merupakan pemberian ilmu pengetahuan yang berguna bagi perkembangan potensi kemampuan berfikir anak, segi kognitif lebih mendapat penekanan membina merupakan kegiatan untuk membimbing seseorang dalam perkembangan hidupnya, nilai afektif ditekankan dan hasilnya dapat dilihat dari perubahan sikap yang dibina.

Melatih merupakan kegiatan yang lebih menekankan pada nilai psikotuotor, pelaksanaannya dilakukan terus menerus sehingga diperoleh keterampilan tertentu. Adapun memelihara biasanya ditujukan untuk makhluk lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan agar hidupnya terus berlangsung baik. Sedangkan mengurus anak merupakan suatu perlindungan pada anak agar mampu menjalankan hidupnya seperti yang diharapkan.

 

Definisi Pendidikan

Ditinjau dari sudut hukum, definisi pendidikan berdasarkan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 ayat (1) yaitu :“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.

Sedikit ulasan di atas tentang pendidikan, penulis ingin menyampaikan  tentang Psikologi sebagai Ilmu Pengetahuan, yang mana masih erat kaitanya dengan pendidikan. Bagaimana akibatnya bila sebuah sekolah tidak ada satu orangpun guru yang memahami psikologi pendidikan, psikologi perkembangan dan lain sebagainya. Pastilah sekolah tersebut akan timpang, dengan siswa yang kondisinya compang camping karena diasuh dan diajar oleh guru yang tidak memahami apa yang seharusnya diberikan kepada siswa sesuai dengan pertumbuhan dan perkembanganya.

Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kekompleksan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.Laboratorium Wundt Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, jerman. Dengan Berdirinya laboratorium ini, metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan. Sebelum kita mengenal fungsi psikologi alangkah baiknya bila kita mengenal sejarah psikologi.

Sejarah Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, orang di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Arestoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descrates (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad ujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.

 

Psikologi kontemporer

Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:

Psikologi Fakultas 

Psikologi fakultas adalah dokrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi: berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.

 

Psikologi Asosiasi 

 

Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide.’ Dimana ide masuk melalui alat indra dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan. Dalam perkembangan ilmu psikologi kemudian, ditandai dengan berdirinya laboratorium psikologi oleh Wundt (1879.) Pada saat itu pengkajian psikologi didasarkan atas metode ilmiah (eksperimental.) Juga mulai diperkenalkan metode intropeksi, eksperimen, dsb. Beberapa sejarah yang patut dicatat antara lain: F. Galton > merintis test psikologi. C. Darwin > memulai melakukan komparasi dengan binatang. A. Mesmer > merintis penggunaan hipnosis S. freud > merintis psikoanalisa

 Fungsi Psikologi Sebagai Ilmu

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

Menjelaskan Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkahlaku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.

Memprediksikan Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.

Pengendalian

Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan.Perwujudannya berupa tindakan atau treatment.

Pendekatan Psikologi

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu

1. Pendekatan Neurobiological 

Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan prilaku yang terlihat dengan implus listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.

2. Pendekatan Prilaku 

Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

3.Pendekatan Kognitif 

Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

 

 

4. Pendekatan Psikoanalisa 

Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

5. Pendekatan Fenomenologi 

Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:

Psikologi perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.

Psikologi sosial

Mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

  1. studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
  2. studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
  3. studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik.

Psikologi kepribadian

 

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

 

Psikologi kognitif

 

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah Aplikasi Psikologi

Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.

Psikologi pendidikan

 

Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.

 

Psikologi sekolah

 

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.

 

Psikologi Industri dan Organisasi

 

Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.

 

Psikologi Kerekayasaan

 

Penerapan Psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error).

 

Psikologi Klinis

 

Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Salah Kaprah Tentang Psikologi

Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan

 

Psikologi telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan terlepas dari filasafat (Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki Objek (Tingkah laku), memiliki Metode Penelitian (sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki Metode Ilmiah),sistematis,dan bersifat universal.

 

 

 

Salah Penggolongan

 

Berbagai hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, misalnya : ramalan-ramalan seputar kepribadian sehingga terbentuk pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.

 

Terjebak Dengan Kata Psikotes

 

Psikologi bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling populer di masyarakat. banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena psikotes, bagaimana psikolog dapat memvonis potensi seseorang dengan hanya selembar test? tidak, masih banyak metode lain yang dapat digunakan, akan tetapi (misalkan dalam test lamaran pekerjaan) sangat tidak mungkin menerapkan semua metode yang dimiliki psikologi dalam waktu yang sempit dan klien yang banyak.

 

Psikologi Melakukan De-humanisasi

kebalikannya, psikologi memandang setiap individu adalah unik, bahkan psikotes dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia adalah robot (dehumanisasi) yang tidak memiliki keunikan satu sama lainnya.

 

Parapsikologi Bagian dari Psikologi

 

Parapsikologi walaupun terdapat nama psikologi bukanlah psikologi ataupun cabang dari ilmu psikologi. parapsikologi berkembang tersendiri terlepas dari psikologi. Parapsikologi mempelajari semua hal yang berhubungan dengan manusia dan pikirannya (dalam hal ini, sebagian besar dengan ramalan) sedangkan psikologi hanya mempelajari tingkah laku manusia yang dapat dilihat (observerble) dan dapat diukur (measureable).

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: