Mengenal Peninggalan Bersejarah Di Indonesia

Mengenal Peninggalan Bersejarah Di Indonesia
Oleh : Sudiono
NIM : 0805136144

Istana yang mau dijual.

Akhir-akhir ini berita melalui media masa cetak maupun elektronik memuat berita tentang akan dijualnya salah satu peninggalan bersejarah yang ada di Blitar Jawa Timur yaitu istana Gebang. Istana Gebang mempunyai sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia, di tempat itulah proklamator kita dilahirkan dan dibesarkan dan sampai saat ini di dalamnya masih tersimpan benda-benda peninggalan keluarga Soekarno yang bernilai tinggi. Yang mengherankan istana tersebut sudah mau dijual sejak tahun 2007 lalu, namun hingga tahun 2008 tidak ada yang bereaksi baik itu dari wali kota, gubernur maupun presiden. Bahkan ada warga negara negeri Jiran yang sudah benarni menawar 50 miliard rupiah hal tersebut dibenarkan oleh Bambang Sukaputra salah satu cucu ahli waris yang tinggal di surabaya. Pada tanggal 26 April 2008 Menpora Adhyaksa Dault dan artis top ditahun 80-an Yeti Oktavia mereka melakukan aksi solidaritas mempertahankan bangunan tersebut agar tidak dijadikan mal apalagi dikuasai orang asing.
Apakah usaha mereka berdua membuahkan hasil atau sebaliknya ? tentu saja kita harus menunggu dan bersabar. Harapan kita sebagai anak bangsa, istana Gebang dapat diselamatkan oleh anak negeri sendiri, dan pada akhirnya tidak berlarut-larut pada istana-istana yang lain.

Rumah Bersejarah Bangsa Indonesia Tak terawat.

Yang akan penulis sampaikan dibagian ini tidak berbeda jauh dengan bagian sebelumnya , ”Istana yang mau dijual”, rumah bersejarah ini letaknya di Rengas Dengklok, Karawang , Jawa Barat. Rumah yang pernah disinggahi Presiden pertama republik Indonesia dalam tragedi penculikan semalam oleh para pemuda yang menginginkan sesegera mungkin diumumkan kemerdekaan, menyusul kekalahan jepang setelah kota Naga Saki dan Hiro Sima dibom atom oleh sekutu. Rumah bersejarah milik Jiaw Kie Siong tepatnya terletak di Dusun Kalijaya. Di dalam rumah ini masih tersimpan rapi, benda-benda yang dipakai oleh Bung Karno dalam waktu semalam tersebut, seperti meja makan dan tempat tidur. Di rumah milik Jiaw Kie Siong inilah ibu Fatmawati iastri Soekarno dengan segala ketrampilan yang beliau miliki dan dengan segala ketulusan hatinya menjahit sang saka merah putih, yang pada waktunya tepat tanggal 17 Agustus 1945 dikibarkan untuk pertama kalinya, yang kemudian sering disebut sebagai bendera pusaka. Setelah kurun waktu 63 tahun yang lalu, bangunan ini semakin tampak kumuh dan kurang terawat, rumah yang biasanya dikunjungi para pelajar untuk belajar sejarah tersebut akan dijual oleh ahli warisnya karena alasan tersebut. Tono Bachtiar salah seorang anggota DRD stempat berharap pemrintah segera membeli rumah tersebut.

Foto Rumah Jiaw Kie Siong

Sekolah dengan bangunan jaman Belanda.

Tahukah anda bahwa salah satu sekolah terbaik di Indonesia SMN 5 Surabaya gedungnya, kelasnya sebagian masih menggunakan bangunan jaman Belanda. Bangunan tersebut hingga saat ini masih dapat bertahan dengan kokohnya padahal sudah dibangun sekitar 70 tahun yang lalu.Dari segi desain interiornya mungkin memang kalah tapi kekutanya itu yang petut kita tiru. Coba bandingkan dengan bangunan-bangunan yang ada sekarang, jalan baru diaspal 2 minggu kemudian sudah pada jebol dan banyak lagi contoh yang lain. Mengapa?
Salah satu ruang kelas SMAN 5 Surabaya
Foto diambil pada jaman Belanda

Di kelas inilah siswa-siswi SMA 5 Surabaya belajar dengan tertib dan disiplin seperti pada jaman Belanda. Hingga saat ini SMAN 5 Surabaya terkenal denga disiplin yang amat tinggi. Tidak heran jika menghasilkan lulusan yang berkualitas dan bisa bersaing diera globalisasi ini.

Laboratorium SMAN 5 Surabaya

Foto diatas menggambarkan suasana belajar di laboratorium, namun sayang sumber yang penulis dapat belum bisa menggambarkan apakah foto ini diambil jaman Belanda atau anak-anak SMAN 5 Surabaya setelah kemerdekaan. Yang pasti hingga saat ini bangunan sekolah peninggal;an jaman Belanda tersebut masih dipakai belajar.

Ayat-ayat cinta Merusak Bangunan Bersejarah

Film pruduksi dalam negeri yang sangat laris yang kabarnya menarik kurang lebih dua juta pecintanya, sebuah film yang diambil dari novel Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Film hasil besutan Hanung Bramantyo ini menggunakan setting Lawang Sewu yang disulap sedemikian rupa untuk mendapatkan keadaan yang sebenarnya yaitu Mesir. Saat itulah terjadi pengrusakan Tembok-tembok kuno dipaku, daun pintu dilepas,diganti kacanya dan dicat ulang, keadaan ini jelas merusak orisinalitas Lawang Sewu. Seorang pemerhati bangunan Ir.Rizal Syahrial bahkan sampai memberikan komentar, ”Bila kejadian ini dilakukan di luar negeri pelakukanya pasti di denda dan dipenjara.Lawang Sewu adalah salah satu peninggalan bersejarah bangsa Indonesia yang dibangun sejak 1908 yang merupakan karya dari JF Klinkhamer dan BJ Quendad bangsa Belanda. Pada awalnya bangunan tersebut adalah kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappi atau sering disebut NIS. Pada saat pertempuran 5 hari di Semarang tahun 1945 gedung tersebut digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembantai. Oleh karena itu tidak heran jika sampai sekarang gedung tersebut terkesan angker dan wingit (basa jawa).
.

DAFTAR PUSTAKA

1. Judul : Istana yang mau dijual
Alamat : http://www.kaltimpost.web.id
Penulis : Eko Priyono

2. Judul : Rumah Bersejarah Bangsa Indonesia Tak Terawat.
Alamat : http://www.liputan6.com/sosbud/?id=141934
Penulis : YNI/Syamsu Nursyam

3. Judul : Situasi kelas Smala Jaman Belanda
Alamat : http://www.mail-archive.ukdw.ac.id/-22022791/bangunan.html
Penulis : Mochamad Yusuf

4. Ayat-ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah
Alamat: http://www.mail-archive.com/arculture-indonesia@yahoogroups.com/msg00774.html Penulis : Mien Setiawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: