Landasan-landasan Pendidikan

Juli 20, 2008

Pendahuluan

Pendidikan itu bersifat universal dan langsung terus menerus dari generasi yang satu ke generasi yang lain. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan, diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan latar belakang sosiokultural tiap-tiap masyarakat, serta pemikiran-pemikiran psikologis tertentu dan IPTEKS. Jadi, pendidikan diselenggarakan berlandaskan falsafah hidup dan sosiokultural masyarakat, psikologi dan IPTEKS.
Ada beberapa istilah yang perlu memperoleh kejelasan, yaitu dasar, asas, dan landasan. Dasar adalah landasan, pijakan yang disepakati menjadi pegangan, yang selamanya menjiwai setiap langkah atau kegiatan, sejak merencanakan sampai melaksanakan. Dasar pendidikan kita, artinya yang akan menjadi landasan atau pijakan bagi pendidikan kita adalah Pancasila. Asas adalah ketentuan-ketentuan yang harus menjadi pedoman atau menjadi pegangan dalam melaksanakan kegiatan. Ketentuan-ketentuan tersebut merupakan petunjuk-petunjuk teknis, agar pelaksanaannya berlangsung secara efektif dan efisien. Demikian juga dalam kegiatan pendidikan, ada petunjuk-petunjuknya. Contoh asas pendidikan adalah: asas ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani; asas pendidikan sepanjang hayat, asas semesta, menyeluruh dan terpadu; asas manfaat; asas usaha bersama; asas demokratis; asas adil dan merata; asas perikehidupan dalam keseimbangan; asas kesadaran hokum; asas kepercayaan pada diri sendiri; asas efisiensi dan efektivitas; asas mobilitas dan fleksibilitas. Asas-asas ini pernah dirumuskan oleh komisi pembaharuan pendidikan nasional ( KPKPN ).

Baca entri selengkapnya »

Mengenal Peninggalan Bersejarah di Indonesia

Juli 20, 2008

Mengenal Peninggalan Bersejarah Di Indonesia
Oleh : Sudiono
NIM : 0805136144

Istana yang mau dijual.

Akhir-akhir ini berita melalui media masa cetak maupun elektronik memuat berita tentang akan dijualnya salah satu peninggalan bersejarah yang ada di Blitar Jawa Timur yaitu istana Gebang. Istana Gebang mempunyai sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia, di tempat itulah proklamator kita dilahirkan dan dibesarkan dan sampai saat ini di dalamnya masih tersimpan benda-benda peninggalan keluarga Soekarno yang bernilai tinggi. Yang mengherankan istana tersebut sudah mau dijual sejak tahun 2007 lalu, namun hingga tahun 2008 tidak ada yang bereaksi baik itu dari wali kota, gubernur maupun presiden. Bahkan ada warga negara negeri Jiran yang sudah benarni menawar 50 miliard rupiah hal tersebut dibenarkan oleh Bambang Sukaputra salah satu cucu ahli waris yang tinggal di surabaya. Pada tanggal 26 April 2008 Menpora Adhyaksa Dault dan artis top ditahun 80-an Yeti Oktavia mereka melakukan aksi solidaritas mempertahankan bangunan tersebut agar tidak dijadikan mal apalagi dikuasai orang asing.
Baca entri selengkapnya »

UPAYA-UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Juli 20, 2008

UPAYA-UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

( MOTIVASI )

Di susun oleh:

SUDIONO. S.Pd

PENDAHULUAN

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ( A ) Latar Belakang Masalah, ( B ) Tujuan Penulisan ( C ) Manfaat Penulisan

  1. Latar Belakang

Ketidakstabilan peraturan dan acuan dalam bidang pendidikan, menuntut para guru untuk bersikap dan bertindak siap siaga, untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Tanpa ada semangat dan motivasi proses pembelajaran dikelas tidak akan berhasil dan tidak akan memenuhi target nasional yang sudah ditetapkan.

semakin tinggi motivasi yang dibangun dalam diri seseorang maka semakin tinggilah semangat untuk berinovatif dalam pembelajaran, akan tetapi jika individu tersebut kurang dalam persiapan diri dan Baca entri selengkapnya »

Aplikasi Statistika

Juli 20, 2008

Aplikasi Statistika

dalam Penelitian Pendidikan

(Dr. Zeni Haryanto)

Sifat Ujian : ”Take Home”

Sudiono

NIM: 0805136144

dalam Bentuk Hard Copy (Hasil Print) dan Soft Copy (“File word, excel atau spss” boleh CD Kolektif)

  1. Jelaskan pengertian dan jenis-jenis statistika yang Anda ketahui!

Statistika

Penyelesaian

w Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu penariakan kesimpulan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Statistik adalah kumpulan data, bilangan maupun non bilangan, yang disusun dalam table dan atau diagram yang melukiskan suatu persoalan.

Baca entri selengkapnya »

ILMU DAN KEBUDAYAAN

Juli 17, 2008

ILMU DAN KEBUDAYAAN
BAB I
ISI BIOGRAFI JUDUL
Sebelum penulis menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam rangka membuat analisi kritis dari sebuah bab, maka penulis ingin menyampaikan tentang isi biografi dari judul yang penulis teliti.Dari judul yang penulis pilih, ”Ilmu dan Kebudayaan”, penulis ingin sedikit memaparkan apa itu ilmu dan apa itu kebudyaan. Makna konotatif ilmu adalah serangkaian aktivitas manusia bertujuan dan berhubungan dengan kesadaran kognitif (The Liang Gie). Konotasi ilmu menyangkut tiga hal yaitu : proses, prosedur, dan produk. Sementara tentang kebudyaan didefinisikan untuk pertama kali oleh E . B. Taylor tahun 1871, dimana kebudaaan diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Ada pula yang memandang kebuayaan dari tiga hal saja yaitu 1. Kebudayaan = kesenian, 2. Hasil cipta rasa dan karsa manusia 3. Sebuah sitem pengetahuan atau gagasan, milik bersama suatu kesatuan sosial, dan berfungsi sebagai blue print bagi sikap dan prilaku anggota kesatuan sosial tersebut.
Baca entri selengkapnya »

TUGAS MATA KULIAH ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Juli 17, 2008

Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

 

 

     Dampak globalisasai telah menembus relung-relung sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bertanah air tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Pengaruh perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pola pikir manusia kususnya bidang pendidikan.

 Pendidikan merupakan upaya “Pemberdayaan” manusia untuk membantu pertumbuhan manusia yang lebih bermanfaat bermartabat dan mempunyai kemampuan sosial yang tinggi, yang pada akhirnya diharapakan mempunyai akhlak yang mulia dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada dasarnya ada tiga hal  yang membedakan manusia dengan makhluk lain yang meliputi cipta, karsa dan rasa. Sehingga manusia seringkali disebut sebagai animal educandum sekaligus animal educandus yaitu manusia yang mendidik sekaligus manusia yang di didik melalui pendidikan manusia dibantu dan diberdayakan untuk :

  1. Membangun daya kekuatan yang kreatif dan mampu melakukan sesuatu secara individu memiliki kemampuan berfikir, menguasai ilmu pengetahuan, masalah dan membangun keterampilan.
  2. Membangun kekuatan bersama, solidaritas atas dasar  komitmen pada tujuan dan pengertian yang sama, utnuk memecahkan persoalan yang dihadapi guna menciptakan kesejahteraan bersama. Dengan kata lain untuk membangun komunitas dan memperkuat hubungan antar manusia.
  3. Membangun daya kekuatan batin dalam dirinya, khususnya harga diri dan harapan akan masa depan. Kekuatan ini untuk membangun kepribadian tanpa harga diri tak mungkin manusia membangun kemampuan kreatifnya dalam berbagai bidang

Pendidikan menjadi sarana bagi manusia untuk menanamkan nilai-nilai kemanusian. Nilai-nilai kemanusiaan yang  sudah disepakati bangsa Indonesia adakah yang dirumuskan dalam Pancasila. Oleh karena itu Pancasila sering dikatakan humanistik dan universolistik. Dikatakan humanistik karena memuat nilai-nilai kemanusian dan disebut universolistik karena nilai-nilai yang terkandung didalamnya bersifat amat mendasar dan berlaku bagi setiap orang.

Dalam kehidupan sehari-hari sering didengar istilah pendidikan.Pendidikan merupakan kegiatan dinamis dalam kehidupan setiap individu yang mempengaruhi perkembangannya, baik fisik, mental, sosial, emosi, etika dan estetikanya. Tujuan adanya pendidikan adalah tercapainya kepribadian secara terpadu antara nilai hognitif, afektif dan psikonotrik.

Pendidikan tidaklah sama dengan mengajar, membina, melatih, memelihara ataupun mengurus anak. Mengajar merupakan pemberian ilmu pengetahuan yang berguna bagi perkembangan potensi kemampuan berfikir anak, segi kognitif lebih mendapat penekanan membina merupakan kegiatan untuk membimbing seseorang dalam perkembangan hidupnya, nilai afektif ditekankan dan hasilnya dapat dilihat dari perubahan sikap yang dibina.

Melatih merupakan kegiatan yang lebih menekankan pada nilai psikotuotor, pelaksanaannya dilakukan terus menerus sehingga diperoleh keterampilan tertentu. Adapun memelihara biasanya ditujukan untuk makhluk lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan agar hidupnya terus berlangsung baik. Sedangkan mengurus anak merupakan suatu perlindungan pada anak agar mampu menjalankan hidupnya seperti yang diharapkan.

 

Definisi Pendidikan

Ditinjau dari sudut hukum, definisi pendidikan berdasarkan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 ayat (1) yaitu :“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.

Sedikit ulasan di atas tentang pendidikan, penulis ingin menyampaikan  tentang Psikologi sebagai Ilmu Pengetahuan, yang mana masih erat kaitanya dengan pendidikan. Bagaimana akibatnya bila sebuah sekolah tidak ada satu orangpun guru yang memahami psikologi pendidikan, psikologi perkembangan dan lain sebagainya. Pastilah sekolah tersebut akan timpang, dengan siswa yang kondisinya compang camping karena diasuh dan diajar oleh guru yang tidak memahami apa yang seharusnya diberikan kepada siswa sesuai dengan pertumbuhan dan perkembanganya.

Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kekompleksan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.Laboratorium Wundt Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, jerman. Dengan Berdirinya laboratorium ini, metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan. Sebelum kita mengenal fungsi psikologi alangkah baiknya bila kita mengenal sejarah psikologi.

Sejarah Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, orang di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Arestoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descrates (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad ujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.

 

Psikologi kontemporer

Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:

Psikologi Fakultas 

Psikologi fakultas adalah dokrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi: berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.

 

Psikologi Asosiasi 

 

Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah ‘asosiasi ide.’ Dimana ide masuk melalui alat indra dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan. Dalam perkembangan ilmu psikologi kemudian, ditandai dengan berdirinya laboratorium psikologi oleh Wundt (1879.) Pada saat itu pengkajian psikologi didasarkan atas metode ilmiah (eksperimental.) Juga mulai diperkenalkan metode intropeksi, eksperimen, dsb. Beberapa sejarah yang patut dicatat antara lain: F. Galton > merintis test psikologi. C. Darwin > memulai melakukan komparasi dengan binatang. A. Mesmer > merintis penggunaan hipnosis S. freud > merintis psikoanalisa

 Fungsi Psikologi Sebagai Ilmu

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

Menjelaskan Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkahlaku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.

Memprediksikan Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.

Pengendalian

Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan.Perwujudannya berupa tindakan atau treatment.

Pendekatan Psikologi

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu

1. Pendekatan Neurobiological 

Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan prilaku yang terlihat dengan implus listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.

2. Pendekatan Prilaku 

Menurut pendekatan ini tingkah laku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

3.Pendekatan Kognitif 

Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

 

 

4. Pendekatan Psikoanalisa 

Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

5. Pendekatan Fenomenologi 

Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:

Psikologi perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.

Psikologi sosial

Mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

  1. studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
  2. studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
  3. studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik.

Psikologi kepribadian

 

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

 

Psikologi kognitif

 

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah Aplikasi Psikologi

Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.

Psikologi pendidikan

 

Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.

 

Psikologi sekolah

 

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.

 

Psikologi Industri dan Organisasi

 

Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.

 

Psikologi Kerekayasaan

 

Penerapan Psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error).

 

Psikologi Klinis

 

Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Salah Kaprah Tentang Psikologi

Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan

 

Psikologi telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan terlepas dari filasafat (Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki Objek (Tingkah laku), memiliki Metode Penelitian (sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki Metode Ilmiah),sistematis,dan bersifat universal.

 

 

 

Salah Penggolongan

 

Berbagai hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, misalnya : ramalan-ramalan seputar kepribadian sehingga terbentuk pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.

 

Terjebak Dengan Kata Psikotes

 

Psikologi bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling populer di masyarakat. banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena psikotes, bagaimana psikolog dapat memvonis potensi seseorang dengan hanya selembar test? tidak, masih banyak metode lain yang dapat digunakan, akan tetapi (misalkan dalam test lamaran pekerjaan) sangat tidak mungkin menerapkan semua metode yang dimiliki psikologi dalam waktu yang sempit dan klien yang banyak.

 

Psikologi Melakukan De-humanisasi

kebalikannya, psikologi memandang setiap individu adalah unik, bahkan psikotes dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia adalah robot (dehumanisasi) yang tidak memiliki keunikan satu sama lainnya.

 

Parapsikologi Bagian dari Psikologi

 

Parapsikologi walaupun terdapat nama psikologi bukanlah psikologi ataupun cabang dari ilmu psikologi. parapsikologi berkembang tersendiri terlepas dari psikologi. Parapsikologi mempelajari semua hal yang berhubungan dengan manusia dan pikirannya (dalam hal ini, sebagian besar dengan ramalan) sedangkan psikologi hanya mempelajari tingkah laku manusia yang dapat dilihat (observerble) dan dapat diukur (measureable).

 

 

MULTI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

Juni 10, 2008

MULTI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

Oleh

Sudiono, Sukabdi

 

Pendahuluan

 

Dewasa ini pendidikan tidak bisa terlepaskan dari perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Sekolah- sekolah, lembaga-lembaga pendidikan baik Negeri maupun suwasta dari tingkat sekolah dasar sampai pertguruan tinggi berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan IT di sekolah maupun lembaga yang ada di lingkunganya.

      Proses belajar mengajar  (PBM) seringkali dihadapkan pada materi-materi pembelajaran yang abstrak dan diluar pengalaman dan pengetahuan siswa. Akibatnya dapat ditebak bukan ? materi pembelajaran menjadi sulit diajarkan oleh guru dan demikian pula materi menjadi semakin sulit diterima oleh siswa. Untuk menjawab problematika yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa, maka harus ada solusi yang tepat cepat dan mudah terjangkau yaitu dengan cara Visulisasi agar pembelajaran lebih bermagna dan yang abstark menjadi kongkirit. Pada pendidikan yunani kuno maka bila kita akan belajar tentang sapi maka hendaknya sapi harus dibawah masuk dalam kelas. Bagaimana kalau seorang guru ingin menyampaikan pembelajaran tentang gunung, laut, hutan, apakah harus pergi ketempat-tempat tersebut? Sekarang dengan gambar dua dimensi atau tiga dimensi bahkan dengan perkembangan ICT berkembang dalam bentuk gambar bergerak animasi yang dapat ditambahkan dengan suara (audio).Tentu saja sajian audio visual atau sering disebut dengan sebutan multimedia menjadikan visualisasi lebih menarik. Tentu saja tidak hanya hal yang penulis sampaikan menjadi hal satu-satunya yang menjadikan pembelajaran menjadi menarik dan menantang serta menggairahkan.

      Kita sudah dapat membayangkan, bila sekolah kita dimana kita mengapdikan diri dibidang pendidikan , sudah terpenuhi sarana dan prasarana yang diinginkan seperti yang tertulis di atas, maka saatnyalah Bapak Ibu guru menjadikan pembelajaran berlangsung menjadi menawan, siswa bersemangat untuk datang ke sekolah menimba ilmu dari guru yang inovatif dengan pembelajaran yang baik. Sudah berapa kali kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat pengembangan diri dalam rangka mencapai hasil yang maksimal untuk siswa-siswi kita, baik melalui whorkshop, penataran, pelatihan, konggres dan sebagainya. Semua yang telah kita lakukan tersebut sangat sulit dikembangkan bila tidak didukung dengan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadahi dimana salah satu perangkat tersebut adalah computer.

     

1.Fungsi Media Pembelajaran.

Fungsi media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. Bila ada beda pendapat tentang fungsi media ini hal ini disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang, maksud, dan tujuannya. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media, yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber, mendefinisikan media sebagai “komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar.” Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar, yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional. Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan, di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik

Harsoyo (2002) menyatakan bahwa banyak orang membedakan pengertian media dan alat peraga. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable). Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja; dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggungjawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain.

Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas, yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar peserta didikÞ memperjelas informasi/pesan pengajaranÞ

      memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting  Þ memberi variasi pengajaranÞ
      memperjelas struktur pengajaran.

Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar.

 

 

  2.     Kemampuan media sebagai alat bantu kegiatan pembelajaran

     

            Sejauh mana sebetulnya kemampuan media bisa mempengaruhi sebuah proses belajar mengajar. Rahardjo (1991) menguraikan dengan berangkat dari teori belajar diketahui bahwa hakekat belajar adalah interaksi antara peserta didik yang belajara dengan sumber-sumber belajar di sekitarnya yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belajar dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa dan sebagainya. Sumber belajar sangat banyak bahkan dapat dikatakan dimanapun kita berada maka kita dapat menemukan sumber belajar seperti : lingkungan, bahan, alat, teknik, dan sumber belajar manusia itu sendiri.Proses belajar  dipengaruhi dua hal kelompok besar yaitu factor internal seperti sikap, pola pikir, pola asuh masa kecil, persaan senang atau sebaliknya, pengalaman masa lalu, pandangan hidup dan lain sebagainya. Faktor eksternal merupakan rangsangan dari luar diri peserta didik melalui indera yang dimilikinya,baik itu pendengaran atau penglihatan.

Media pembelajaran sebagai faktor eksternal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi belajar karena mempunyai potensi atau kemampuan untuk merangsang terjadinya proses belajar yang lebih menarik, nyata,merangsang peserta didik untuk lebih memperhatikan.Misalnya menghadirkan obyek langka, penyajian menggunakan LCD, film pendidikan, pembelajaran luar kelas, kunjungan langsung ke sumber belajar (berkunjung ke pabrik tahu, ke penangkaran buaya)

Edgar Dale dalam Rahardjo (1991) menggambarkan pentingya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman belajar yang disebut “Kerucut pengalaman Edgar Dale” dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung, visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep atau pengertian. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. Yang harus menjadi perhatian serius adalah bahwa visulisasi dan verbalitas harus tetap memperhatikan usia peserta didik, pengalaman peserta didik, dan kemampuan dari pengajar itu sendiri. Banyak hal menjadi gagal karena kurang siapnya sumber daya mansianya. Apalah artinya sebuah alat yang canggih namun tidak ada yang mampu mengoperasikan dengan baik dan benar.

Seacara umum dapat dipastikan bahwa visualisasi dapat membantu mempermudah seseorang untuk memahami dari sebuah proses membelajaran,menjadikan orang mudah memahami suatu masalah, meningkatkan daya ingat. Sebuah pemeo mengatakan bahwa sebuah gambar “berbicara“ seribu kali dari yang dibicarakan melalui kata-kata (a picture is worth a thousand words). Hal ini tidaklah berlebihan karena sebuah durian “monthong” atau gambarnya akan lebih menjelaskan barangnya (atau pengertiannya) daripada definisi atau penjelasan dengan seribu kata kepada orang yang belum pernah mengenalnya. Salah satu dari sarana visual yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah OHT atau “overhead transparency.“ Sarana visual seperti OHT ini bila digarap dengan baik dan benar. Di samping dapat mempermudah pemahaman konsep dan daya serap belajar siswa, juga membantu pengajar untuk menyajikan materi secara terarah, bersistem dan menarik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Inilah manfaat yang harus dioptimalkan dalam pembuatan rancangan media seperti OHT ini.

 

 

3.Jenis-jenis media

 

Pengaruh perkembangan globalisasi di dunia pendidikan tidak bisa dihindari lagi,. Demikian pula dengan media pembelajaran, yang merupakan salah satu sarana pembelajaran. Media dapat kita peroleh kapanpun, salah stunya dapat diperoleh dari internet. media cukup banyak macamnya, Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru, tutor atau pembimbing (teacher independent). Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim tersebut media instruksional dan bersifat “self Contained”, maknanya: informasi belajar, contoh, tugas dan latihan serta umpan balik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. Hal tersebut harus didukung oleh ketrampilan guru dalam mempersiapkan PBM (Proses Belajar  Mengajar), guru yang inovetif akan menyiapkan segala sesutu yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar dengan profesional termasuk hal-hal yang berhubungan dengan media pembelajaran.

Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran, pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya, yaitu dibedakan menjadi media audio, media visual, media audio-visual, dan media serba neka.
1.Media Audio : radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan telepon .
2. Media Visual :

a. Media visual diam : foto, buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film bingkai/slide, film rangkai (film stip) , transparansi, mikrofis, overhead proyektor, grafik, bagan, diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan globe.

b.  Media visual gerak : film bisu, pantomim.

       3. Media Audiovisual.
           a. Media audiovisual diam : televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan suara ,           

               buku dan suara.

b. Media audiovisual gerak : video, CD, film rangkai dan suara, televisi, gambar 

    dan suara.

       4. Media Serba aneka :

          a. Papan dan display : papan tulis, papan pamer/pengumuman/majalah dinding,    

              papan magnetic, white board, mesin pangganda.

          b. Media tiga dimensi : realia, sampel, artifact, model, diorama, display.

          c. Media teknik dramatisasi : drama, pantomim, bermain peran, demonstrasi,     

              pawai/karnaval, pedalangan/panggung boneka, simulasi.
          d. Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan, studi wisata, perkemahan.
          e. Belajar terprogram

          f.  Komputer

          g. Internet.

4.Pemilihan Media

Dalam pemilihan media seorang pendidik diharapakan pandai-pandai memilih dan memilah media yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran yang akan digunakan harus menyesuaikan dengan umur siswa, keadaan siswa, situasi lingkunan belajar siswa, kemampuan siswa, dan waktu yang tepat.
Tiap jenis media mempunyai karakteristik atau sifat-sifat khas tersendiri. Artinya mempunyai kelebihan dan kekurangan satu terhadap yang lain . Sifat-sifat yang biasanya dipakai untuk menentukan kesesuaian penggunaan atau pemilihan media ialah:


Jangkauan: Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran individual misalnya buku teks, modul, program rekaman interaktif (audio, video, dan program computer). Jenis yang lain lebih sesuai untuk pengajaran kelompok di kelas, misalnya media proyeksi (OHT, Slide, Film) dan juga program rekaman (audio dan video). Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal , misalnya program siaran ( radio, televisi, dankonferensi jarak jauh dengan audio).

Keluwesan : Dari segi keluwesan, media ada yang praktis mudah dibawa kemana-mana , digunakan kapan saja, dan oleh siapa saja, misalnya media cetak seperti buku teks , modul , diktat,majalah, koran, jurnal.

Ketergantungan: Beberapa media tergantung pemakaianya pada sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang penyaji/guru.

Kendali / control : Kadang-kadang dirasa perlu agar control belajar ada pada peserta didik sendiri ( pelajar individu), pada guru ( pelajaran klasikal ) , atau peralatan.
Atribut. : Penggunaan media juga dapat dirasakan pada kemampuanya memberikan rangsangan suara, visual, warna maupun gerak.

Biaya : Alasan lain untuk menggunakan jenis media tertentu ialah karena murah biaya pengadaan atau pembuatanya. Media transparansi (OHT ) adalah sarana visual berupa huruf , lambang, gambar, grafis maupun gabungannya yang dibuat pada bahan tembus pandang atau transparan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding dengan menggunakan alat yang disebut “overhead projector “ atau OHP. Sebagaimana halnya dengan semua jenis media proyeksi , OHT mempunyai kemampuan untuk membesarkan bayanganya di layar atau didinding sejauh kekuatan lensa dan sinar proyeksinya dapat mendukung . Oleh sebab itu , OHT sangat sesuai untuk kegiatan seminar, lokakarya, pengajaran maupun latihan yang melibatkan kelompok sasaran yang cukup besarnya sampai efektif 60 orang. Selebihnya mungkin perlu ditunjang dengan sarana “sound system“ yang memadai karena keterbatasan jangkauan suara pengajar. Untuk dapat menggarap maupun memanfaatkan media ini sebaiknya kita harus mengenal karakteristiksnya. Media OHT mempunyai kelebihan- kelebihan dan kelemahan- kelemahan yang harus diperhitungkan dalam perencanaannya.

5.Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaran

Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaran sangat berfariasi, karena dampak dari media pembelajaran tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya : 1. Sarana dan prasarana media yang digunakan 2. Letak geografis dari daerah pembelajaran. 3. Keadaan lingkungan. 4. Kemampuan sumber daya manusia pelakunya 5. Kesiapan siswa dalam menerima media pembelajaran. Nasution (1987) menguraikan bahwa perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Hal ini diawali dari penemuan alat cetak oleh Guntenberg pada abad ke lima belas tentang buku yang ditulis yang melahirkan buku-buku cetakan. Penemuan fotografi mempercepat cara illustrasi. Lahirnya gambar hidup memungkinkan kita melihat dalam “slow motion“ apa yang dahulu tak pernah dapat kita amati dengan teliti . Rekaman memungkinkan kita mengulangi dan dapat melihat kembali secara detail tentang kejadian yang telah berlalu. Contoh dengan rekaman secara amatir maka kita bisa melihat bagaimana targedi 25 Desember 2004 “Tsunami di Aceh” kita bisa menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes-orkes terkenal. Radio dan televisi menambah dimensi baru kepada media komunikasi. Internet membuat manusia dengan cepat dapat mengakses ilmu dan pengetahuan apapun dengan cepat dan akurat, dan dengan waktu yang sangat cepat. Video, recorder memungkinkan kita merekam program TV yang dapat kita lihat kembali. Kemampuan membuat kertas secara masinal membawa revolusi dalam media komunikasi dengan penerbitan surat kabar dan majalah dalam jumlah jutaan rupiah tiap hari.

Komputer membuka kesempatan yang tak terbatas untuk menyimpan data dan digunakan setiap waktu diperlukan.Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media komunikasi itu bagi pendidikan. Buku sampai sekarang masih memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan masih demikian halnya dalam waktu yang lama. Namun ada yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan di-komputer-kan .Memang kemampuan komputer sungguh luar biasa . Kita menyadari bersama pemakaian komputer belum merata baik dari segi kemampuan maupun pengadaan. Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan di-komputer-kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis . Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui penglihatan. Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media komunikasi bagi pendidikan.Ada yang berpendapat bahwa banyak dari apa yang diketahui anak pada zaman modern ini diperolehnya melalui radio, film, apalagi melalui televisi,  melalui media massa. Dampak dari itu semua tidak semuanya baik namun juga tidak semuanya buruk Banyak perilaku yang menyimpang setelah masuknya pengaruh media komunikasi khususnya pengaruh internet. Cara-cara untuk menyampaikan sesuatu melalui TV misalnya yang disajikan dengan bantuan para ahli media massa jauh lebih bermutu dari pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kelas .

Penggunaan alat media dalam pendidikan melalui dengan gerakan “audio-visual aids“ pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. Sebagai “aids“ alat-alat itu dipandang sebagai pembantu guru dalam mengajar, sebagai ekstra atau tambahan yang dapat digunakan oleh guru bila dikehendakinya. Namun pada tahun 1960-an timbul pikiran baru tentang penggunaannya, yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya “ programmed instruction“ atau pengajaran berprograma. Dengan alat ini anak dapat belajar secara individual. Jadi alat ini bukan lagi sekedar alat bantuan tambahan akan tetapi sesuatu yang digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. Belajar beprograma mempunyai pengaruh yang besar sekali pada perkembangan teknologi pebdidikan. Di Amerika Serikat teknologi pendidikan dipandang sebagai media yang lahir dari revolusi media komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan di samping, guru, buku, dan papan tulis. Di Inggris teknologi pendidikan dipandang sebagai pengembangan, penerapan, dan sistem evaluasi, teknik dan alat-alat pendidikan untuk memperbaiki proses belajar.

Teknologi pendidikan adalah pendekatan yang sistematis terhadap pendidikan dan latihan, yakni sistematis dalam perumusan tujuan, analisis dan sintesis yang tajam tentang proses belajar mengajar. Teknologi pendidikan adalah pendekatan “problem solving“ tentang pendidikan. Namun kita masih sedikit tahu apa sebenarnya mendidik dan mengajar itu.Teknologi pendidikan bukanlah terutama mengenai alat audio-visual, komputer, dan internet. Walaupun alat audio-visual telah jauh perkembangannya, dalam kenyataan alat-alat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan. Pengajaran masih banyak dilakukan secara lisan tanpa alat audio-visual, komputer, internet walaupun tersedia. Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan resource-based learning “atau belajar dengan menghadap anak-anak langsung dengan berbagai sumber, seperti buku dalam perpustakaan, alat audio-visual, komputer, internet dan sumber lainya. Kesulitan juga akan dihadapi dalam pengadminitrasiannya. Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber, diantaranya (1) Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia . Ini tidak berarti bahwa pengajaran berbentuk ceramah ditiadakan. Ini berari bahwa dapat digunakan segala macam metode yang dianggap paling serasi untuk tujuan tertentu. (2) BBS (Belajar Berdasarkan Sumber) berusaha memberi pengertian kepada murid tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. Sumber-sumber itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia, museum, organisaisi, dan lain-lain bahan cetakan, perpustakaan, alat, audio-visual ,dan sebagainya. Mereka harus diajarkan teknik melakukan kerja-lapangan, menggunakan perpustakaan, buku referensi, komputer dan internet sehingga mereka lebih percaya akan diri sendiri dalam belajar. Dengan penuh harapan dan semangat  kita wujudkan hasil pendidikan yang telah diamanahkan dalam UUD 1945.

Mengenal Peninggalan Bersejarah Di Indonesia

April 29, 2008

Mengenal Peninggalan Bersejarah Di Indonesia
Oleh : Sudiono
NIM : 0805136144

Istana yang mau dijual.

Akhir-akhir ini berita melalui media masa cetak maupun elektronik memuat berita tentang akan dijualnya salah satu peninggalan bersejarah yang ada di Blitar Jawa Timur yaitu istana Gebang. Istana Gebang mempunyai sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia, di tempat itulah proklamator kita dilahirkan dan dibesarkan dan sampai saat ini di dalamnya masih tersimpan benda-benda peninggalan keluarga Soekarno yang bernilai tinggi. Yang mengherankan istana tersebut sudah mau dijual sejak tahun 2007 lalu, namun hingga tahun 2008 tidak ada yang bereaksi baik itu dari wali kota, gubernur maupun presiden. Bahkan ada warga negara negeri Jiran yang sudah benarni menawar 50 miliard rupiah hal tersebut dibenarkan oleh Bambang Sukaputra salah satu cucu ahli waris yang tinggal di surabaya. Pada tanggal 26 April 2008 Menpora Adhyaksa Dault dan artis top ditahun 80-an Yeti Oktavia mereka melakukan aksi solidaritas mempertahankan bangunan tersebut agar tidak dijadikan mal apalagi dikuasai orang asing.
Apakah usaha mereka berdua membuahkan hasil atau sebaliknya ? tentu saja kita harus menunggu dan bersabar. Harapan kita sebagai anak bangsa, istana Gebang dapat diselamatkan oleh anak negeri sendiri, dan pada akhirnya tidak berlarut-larut pada istana-istana yang lain.

Rumah Bersejarah Bangsa Indonesia Tak terawat.

Yang akan penulis sampaikan dibagian ini tidak berbeda jauh dengan bagian sebelumnya , ”Istana yang mau dijual”, rumah bersejarah ini letaknya di Rengas Dengklok, Karawang , Jawa Barat. Rumah yang pernah disinggahi Presiden pertama republik Indonesia dalam tragedi penculikan semalam oleh para pemuda yang menginginkan sesegera mungkin diumumkan kemerdekaan, menyusul kekalahan jepang setelah kota Naga Saki dan Hiro Sima dibom atom oleh sekutu. Rumah bersejarah milik Jiaw Kie Siong tepatnya terletak di Dusun Kalijaya. Di dalam rumah ini masih tersimpan rapi, benda-benda yang dipakai oleh Bung Karno dalam waktu semalam tersebut, seperti meja makan dan tempat tidur. Di rumah milik Jiaw Kie Siong inilah ibu Fatmawati iastri Soekarno dengan segala ketrampilan yang beliau miliki dan dengan segala ketulusan hatinya menjahit sang saka merah putih, yang pada waktunya tepat tanggal 17 Agustus 1945 dikibarkan untuk pertama kalinya, yang kemudian sering disebut sebagai bendera pusaka. Setelah kurun waktu 63 tahun yang lalu, bangunan ini semakin tampak kumuh dan kurang terawat, rumah yang biasanya dikunjungi para pelajar untuk belajar sejarah tersebut akan dijual oleh ahli warisnya karena alasan tersebut. Tono Bachtiar salah seorang anggota DRD stempat berharap pemrintah segera membeli rumah tersebut.

Foto Rumah Jiaw Kie Siong

Sekolah dengan bangunan jaman Belanda.

Tahukah anda bahwa salah satu sekolah terbaik di Indonesia SMN 5 Surabaya gedungnya, kelasnya sebagian masih menggunakan bangunan jaman Belanda. Bangunan tersebut hingga saat ini masih dapat bertahan dengan kokohnya padahal sudah dibangun sekitar 70 tahun yang lalu.Dari segi desain interiornya mungkin memang kalah tapi kekutanya itu yang petut kita tiru. Coba bandingkan dengan bangunan-bangunan yang ada sekarang, jalan baru diaspal 2 minggu kemudian sudah pada jebol dan banyak lagi contoh yang lain. Mengapa?
Salah satu ruang kelas SMAN 5 Surabaya
Foto diambil pada jaman Belanda

Di kelas inilah siswa-siswi SMA 5 Surabaya belajar dengan tertib dan disiplin seperti pada jaman Belanda. Hingga saat ini SMAN 5 Surabaya terkenal denga disiplin yang amat tinggi. Tidak heran jika menghasilkan lulusan yang berkualitas dan bisa bersaing diera globalisasi ini.

Laboratorium SMAN 5 Surabaya

Foto diatas menggambarkan suasana belajar di laboratorium, namun sayang sumber yang penulis dapat belum bisa menggambarkan apakah foto ini diambil jaman Belanda atau anak-anak SMAN 5 Surabaya setelah kemerdekaan. Yang pasti hingga saat ini bangunan sekolah peninggal;an jaman Belanda tersebut masih dipakai belajar.

Ayat-ayat cinta Merusak Bangunan Bersejarah

Film pruduksi dalam negeri yang sangat laris yang kabarnya menarik kurang lebih dua juta pecintanya, sebuah film yang diambil dari novel Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Film hasil besutan Hanung Bramantyo ini menggunakan setting Lawang Sewu yang disulap sedemikian rupa untuk mendapatkan keadaan yang sebenarnya yaitu Mesir. Saat itulah terjadi pengrusakan Tembok-tembok kuno dipaku, daun pintu dilepas,diganti kacanya dan dicat ulang, keadaan ini jelas merusak orisinalitas Lawang Sewu. Seorang pemerhati bangunan Ir.Rizal Syahrial bahkan sampai memberikan komentar, ”Bila kejadian ini dilakukan di luar negeri pelakukanya pasti di denda dan dipenjara.Lawang Sewu adalah salah satu peninggalan bersejarah bangsa Indonesia yang dibangun sejak 1908 yang merupakan karya dari JF Klinkhamer dan BJ Quendad bangsa Belanda. Pada awalnya bangunan tersebut adalah kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappi atau sering disebut NIS. Pada saat pertempuran 5 hari di Semarang tahun 1945 gedung tersebut digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembantai. Oleh karena itu tidak heran jika sampai sekarang gedung tersebut terkesan angker dan wingit (basa jawa).
.

DAFTAR PUSTAKA

1. Judul : Istana yang mau dijual
Alamat : http://www.kaltimpost.web.id
Penulis : Eko Priyono

2. Judul : Rumah Bersejarah Bangsa Indonesia Tak Terawat.
Alamat : http://www.liputan6.com/sosbud/?id=141934
Penulis : YNI/Syamsu Nursyam

3. Judul : Situasi kelas Smala Jaman Belanda
Alamat : http://www.mail-archive.ukdw.ac.id/-22022791/bangunan.html
Penulis : Mochamad Yusuf

4. Ayat-ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah
Alamat: http://www.mail-archive.com/arculture-indonesia@yahoogroups.com/msg00774.html Penulis : Mien Setiawan